Ada dua dunia yang selama ini hidup berdampingan di kepala saya, dan keduanya jarang sekali saling menyapa. Dunia pertama adalah dunia toleransi, ketepatan, dan angka yang tidak bisa dinegosiasi dunia tempat saya menghabiskan dua belas tahun di lantai pabrik manufaktur, belajar bahwa satu milimeter yang meleset bisa berarti satu lini produksi berhenti, lalu enam tahun berikutnya di birokrasi pemerintahan, tempat saya belajar hal yang jauh lebih rumit dari mesin mana pun: bagaimana sistem yang dijalankan manusia bisa sama presisinya, atau sama berantakannya, dengan sistem yang dijalankan logam dan sirkuit.
Dunia kedua jauh lebih sunyi. Ia dimulai sekitar tahun 2011, di sebuah forum yang dulu ramai bernama Kaskus, di bawah nama yang saya pilih sendiri ”Blank.code”seolah ingin menegaskan bahwa di ruang itu saya bukan siapa-siapa selain baris demi baris kata yang sedang saya coba susun. Di sanalah saya belajar menulis sajak yang tidak selalu rapi, cerpen yang kadang gagal menemukan akhirnya, biografi orang-orang yang hidupnya lebih layak diceritakan daripada hidup saya sendiri, dan cerbung fiksi yang saya cicil bab demi bab, sering kali larut malam, setelah seharian berkutat dengan hal-hal yang jauh lebih kaku dari kata.
Bertahun-tahun kemudian, saya menyadari kedua dunia itu sebenarnya tidak pernah benar-benar terpisah. Ketelitian yang saya pelajari di lantai pabrik ternyata juga yang membuat saya gelisah setiap kali sebuah kalimat terasa satu kata terlalu panjang. Kesabaran yang dituntut birokrasi ternyata juga yang mengajari saya untuk tidak terburu-buru menutup sebuah cerita sebelum ia benar-benar selesai bernapas.
Saya masih menulis sampai hari iniâ bukan sebagai profesi, tapi sebagai cara pulang. Halaman ini adalah sedikit dari perjalanan itu.