Masalah teknis sering bukan tentang mencari jawaban tepat, meski prosesnya jauh lebih lambat dan kadang melelahkan. Aku menuliskan ini dari pengalaman satu bug yang membuatku begadang hampir semalaman, dan bagaimana kebiasaan mengisolasi masalah satu per satu itu perlahan ikut terbawa ke cara aku menghadapi persoalan lain di luar dunia kerja.
Berpikir seperti engineer berarti menahan diri untuk tidak buru-buru menambal gejala, dan mulai bertanya kenapa masalah itu bisa muncul di tempat pertama.
Kebiasaan ini, ternyata, jauh lebih berguna dari sekadar keterampilan teknis — ia menjadi cara berpikir yang bisa dipakai di banyak sisi kehidupan.

Leave a Reply