Perjalanan tidak selalu tentang mengejar semua tempat yang sudah ditandai di peta. Kadang pengalaman terbaik justru muncul di luar rencana, dari sebuah jalan kecil yang tidak pernah masuk itinerary.
Aku menuliskan ini dari satu hari yang menurut catatan rencana bisa dibilang gagal, tapi kalau diukur dari apa yang benar-benar tertinggal di ingatan, justru jadi salah satu hari paling utuh dalam perjalanan itu.
Sejak saat itu, aku belajar menyisakan ruang kosong di itinerary — bukan karena malas merencanakan, tapi karena sebagian cerita terbaik memang tidak bisa dijadwalkan.
Leave a Reply